Workshop MIDAS GEN 2015 di Teknik Sipil UNNES

Halloooo, temen-temen seiman dalam ketaqwaan menjalankan syari’at teknik sipil, khususnya di bidang strcture engineering. Ada satu lagi program rekayasa struktur yang barangkali sudah tidak asing lagi bagi para pelaku bidang perencana struktur bangunan. Suatu program struktur yang dikembangkan di Negara Gingseng pada tahun 1989 dan mulai digunakan secara komersil pada tahun 1996 di bawah POSCO Group.

midas

Sudah dua kali aku dikenalkan dengan program ini. Pertama, saat bergabung di kantor konsultan jakarta. Kedua, saat bergabung di PT Krakatau Engineering. Namun belum sekalipun aku membuka, melihat, apalagi ngubek-ngubek program tersebut.

Baca lebih lanjut

Iklan

Hamba Allah

Ada bermacam-macam jenis kebaikan. Ada yang dilakukan secara diam-diam. Ada pula yang dikerjakan secara terang-terangan. Yang terkahir ini, kalau tidak bersifat riya’ , bisa jadi malah sudah sampai pada level manusia istimewa. Lho iya, anjuran populer itu kan kalau tangan kanan memberi, usahakan tangan kiri tak melihat. Nah, yang satu ini mungkin sudah sampai pada level memberikan keteladanan sifat kedermawanan tangan kanan untuk dicontoh tangan kiri. Level yang susah.

Akhir-akhir ini, kita juga sering melihat dan mungkin termasuk yang mendapatkan broadcast untuk amal dan sedekah kepada saudara muslim kita di Palestina, Suriah dan lain sebgainya. Ini tentunya baik. Wong masih namanya amal itu kan bagian dari kebaikan. Apalagi sama-sama muslim. Apalagi sam-sama manusia. Apalagi sama-sama makhluk Tuhan. Dan apalagi-apalagi kesamaan lainnya yang menurutku, ah, inilah pilar utama persatuan. Lebih fokus mencari persamaan, daripada mempertajam perbedaan.

Namun, alangkah baiknya kepedulian kita terhadap bangsa lain, juga dibarengi dengan kepekaan kita terhadap bangsa sendiri, terlebih lingkup terkecil. Lingkungan sekitar, atau tetangga.

Aku punya sebuah kisah. Suatu ketika ada seorang yang datang berbelanja di warung Ibuku. Ia beli salah satu kebutuhan pokok yang paling pokok dari kebutuhan sehari-hari. Lantas setelah Ibu menjual barang dagangannya, orang tersebut tak menerimanya. Ia mempersilahkan Ibuku untuk memberikan “sesuatu” itu kepada tetangga sekitar yang sekiranya membutuhkan. Ibu mengiyakan dan menuruti permintaannya. Dan itu berlansung secara kontinyu. Meski tak sehari sekali, minimal seminggu Ia melakukan hal serupa. Ia meminta Ibu memberikannya kepada yang membutuhkan secara bergantian ( berbeda-beda orang) di kampung kami. Juga berpesan, ” bilang saja dari Hamba Allah ”

Suatu kisah yang terlihat sederhana, namun begitu luas maknanya. Suatu pemberian yang mungkin sebagian dari kita menganggap sangat sederhana, tapi, begitu berharga bagi mereka yang membutuhkan. Suatu proses “transaksi kepercayaan”.tanpa kelembagaan, namun berjalan sesuai rencana. Serta, suatu hal yang terbaik dari kebaikan apapun, yaitu istiqomah.

Hamba Allah mah gitu orangnya. 

SAP2000 ( 1 )

SAP2000

Program komputer yang satu ini, tak hanya populer di kalangan teknik sipil, melainkan juga telah melegenda sejak tahun 1960-an. Sejak aku belum lahir, bahkan sejak Bapak dan Ibuku juga belum dipertemukan. Aku  juga tidak tahu, firasat apa yang menghinggapi Bapak dan Ibuku tentang anaknya yang satu ini, hingga beranjak dewasa kini kenal dengan salah satu program buatan negeri paman sam. Itulah hidup. Penuh misteri. Bapakku yang seorang guru ngaji di kampung, Ibu ku yang berwiraswasta sembako, makanan dan lain sebagainya, pasti tak pernah mengira.

Kita lupakan soal firasat Bapak dan Ibuku. Biarkan mereka berunding sejenak. Pliiiis, jangan diganggu!

Ada yang berpendapat, program SAP2000 ini merupakan formula mekanika teknik / rekayasa yang dikomputasikan. Soal siapa yang berpendapat, aku juga lupa. Tak usah diperpanjang, apalagi diperdebatkan. Lebih baik belajar programnya saja.

Baca lebih lanjut

Syukur

petani

( Sumber foto )

Ada anjuran atau malah sebuah doktrin yang mengatakan : ” Soal materi, lihatlah ke bawah. Soal ilmu, lihatlah ke atas !”. Aku mendapatkan pelajaran penting itu dari Ibuku. Aku bangga Tuhan menitipkanku kepadanya. Aku juga yakin, kalian juga diajarkan yang demikian. Juga sangat yakin kalau kalian amat mencintai dan bangga punya Ibu-Ibu hebat seperti yang kalian miliki.

Kita juga sering mendengar kalimat yang sangat popoler ini : ” Kita hanya bisa berusaha, Tuhan-lah yang menentukan segalanya”. Bahkan di waktu kecil kita juga sudah tahu kalau ada anggapan bahwa kedipan matapun atas kehendak Tuhan. Tapi, Tuhan juga memberikan kelonggaran kepada hambaNya yang mau merubah nasibnya sendiri. Seperti dalam firman-Nya yang sering dikutip untuk ikut mengisi sebuah laporan Tugas Akhir atau Skripsi.

Baca lebih lanjut

” OK !! “

Hidup itu perlu proses. Proses yang baik menentukan hasil yang baik. Entah kalimat itu fakta atau bahkan sudah menjadi dalil, aku juga gak tahu. Asal ngucap saja. Nggak papa to ? Ini negara hukum. Bebas berpendapat. Dilindungi Undang-Undang. Tapi ya bukan pendapat yang merugikan orang lain juga keles. Kalau perlu, pendapat itu yang menjadikan Indonesia lebih baik. Seperti cita-citaku. Yang sampai sekarang masih cita-cita. lha wong aku ndak tahu apakah aku ini sudah baik dan lebih baik .

Bicara soal proses, siapapun makhluk di bumi ini, pasti pernah mengalaminya. Tak terkecuali makhluk yang bernama Mahasiswa Teknik Sipil. Banyak perdebatan soal lebih penting mana antara proses dan hasil. Tak usah kita bahas. Bukan karena tak penting. Sudah ada yang memperdebatkan. Kita tunggu saja ya. Kalau kita tak cocok dengan kesimpulannya, baru kita ikut debat. Tapi sebaiknya jangan. Sebab, kata ( calon ) isteriku, tak baik baik mendebat suatu hal kebaikan. ( calon ) Isteriku mah gitu orangnya.

Baca lebih lanjut

” Separoh Agama “

Sebenarnya tepat setahun lalu kami sudah halal. Tapi kalau dibilang “sebenarnya” ya juga gak betul. Wong nyatanya kami belum. Tapi ya monggo dipilih sendiri kata yang pas menggantikan kata sebenarnya. Biarkan aku menikmati ” minggu tenang ” ini. Dan biarkan dia menikmati takdirnya nanti, bersanding dengan pemuda yang dipilihnya tidak melalui lotre atau hasil undian berhadiah lainnya. Melainkan dari lubuk hatinya yang terdalam. Kalian percaya ? Sebaiknya jangan. Kenapa ? ya, jangan saja. Tak usah tanya alasan. Seperti cintaku padanya juga tak membutuhkan alasan.

eaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa 😀

Namanya Dwi Ratna Nur Farokha. Aku memanggilnya ……. ada dech, rahasisa ! . Yang pasti kami telah bersama kurang lebih hampir dua tahun terakhir. Saling berteman tiga tahun kurang empat bulan dan saling mengenal baru-baru ini. lho ? kami tak pernah selesai untuk mengenal satu sama lain. Untuk belajar. Dan untuk paham terhadap makhluk yang bernama : manusia. Kelak, dialah guru baru ku. Yang mengajarkanku bagaimana menjadi suami, pemimpin serta ayah yang baik bagi putra-putrinya kelak. Begitu juga dia kepadaku. Itu kalau dia mau. Kalau nggak, ya ndak papa. Aku orangnya ndak suka maksa. Sebab, aku mah gitu orangnya.

Baca lebih lanjut